Relasi Pemerintah dan Akademisi dalam Isu Moderasi Beragama di Indonesia

Abdul Malik, Busrah Busrah

Abstract


Religious moderation is one of the government's important agendas and commitments to realize a peaceful Islam, including through intellectual movements in the form of seminars, academic presentations, and scientific publications. The focus of this article is the mapping of research/academic writings by Islamic academics in the study of religious moderation. Data collection was carried out through a literature review by analyzing research publications among academics related to the theme of religious moderation. The analytical framework used in this article is discourse analysis and dialectics. This study concludes that some of the dominant themes published are: (a) The theme of religious moderation within the Indonesian-National scope. The discourse developed is Islamic moderation and Cultural Society. (b) The theme of religious moderation is da'wah broadcasts. The discourses raised are moderation and social media. (c) The theme of religious moderation of social organizations and ideological groups. The discourse that was raised was about the Islamic Moderatism of NU and Muhammadiyah. (d) The theme of Religious Moderation in Educational Institutions. The discourse that emerged was that Pesantren builds Moderation and Internalization of Moderation Values. The discourse analysis in this article shows that the article on Islamic Moderation is an expression or response of academics in viewing the reality and state of social policy around it. The Ministry of Religion as politicians and academics from several Islamic campuses under the Ministry of Religion have mutually supportive relationships in this issue of religious moderation

 

Abstrak:. Moderasi agama merupakan salah satu agenda dan komitmen penting pemerintah untuk mewujudkan islam yang rahmatan lil ‘alamin, salah satunya melalui gerakan intelektual berupa: seminar, presentasi akademik dan publikasi Ilmiah. Fokus artikel ini adalah pemetaan terhadap riset/tulisan akademik para Akademisi Islam dalam kajian moderasi beragama. Penggalian data dilakukan melalui kajian kepustakaan dengan menganalisa publikasi riset dikalangan akademisi terkait dengan tema moderasi beragama. Kerangka analisis yang digunakan dalam artikel ini adalah analisis wacana dan dialektika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa beberapa tema dominan yang dipublikasi adalah : (a) Tema Moderasi beragama dalam lingkup Nasional-Keindonesiaan. Wacana yang dimunculkan yakni moderasi Islam dan Masyarakat Kultural. (b) Tema Moderasi beragama siaran dakwah. Wacana yang dimunculkan yakni moderasi dan Media Sosial. (c) Tema Moderasi beragama organisasi Kemasyarakatan dan kelompok Ideologi. Wacana yang dimunculkan seputar Moderatisme Islam NU dan Muhammadiyah. (d) Tema Moderasi beragama Instansi Pendidikan. Wacana yang dimunculkan yakni Pesantren membangun Moderasi dan Internalisasi Nilai Moderasi. Analisis wacana dalam artikel ini menunjukkan bahwa artikel mengenai Moderasi Islam merupakan sebuah ekspresi atau respon akademisi dalam memandang realitas dan keadaan kebijakan sosial di sekitarnya. Kementerian Agama sebagai Politisi dan akademisi dari beberapa kampus Islam di bawah kementerian Agama memiliki relasi yang saling mendukung dalam isu Moderasi beragama ini.


Keywords


Moderasi Islam, Wacana, Dialektika, Kebijakan, Respon Akademisi

Full Text:

PDF

References


Akhmad Sahal, dkk (ed), Islam Nusantara: Dari Ushul Fiqh Hingga Paham Kebangsaan (Jakarta: Mizan, 2015).

Amar, Abu “Pendidikan Islam Wasathiyah ke-Indonesia-an” dalam Al-Insyiroh Volume 2, Nomor 2, 2018

Ahmad, Haidlor Ali (ed.), Dinamika Kehidupan Keagamaan di Era Reformasi (Jakarta, Balitbang RI, 2010).

Arenggo Asih, RR. Wuri, dan Corona Raisa Wijayanti, “Pesan Kementrian Agama dalam Moderasi Melalui Media Sosial Instagram”, dalam Jurnalisa, Vol. 6, No. 1, 2020.

Asrori, Saifuddin, “Lanskap Moderasi Keagamaan Santri, Refleksi Pola Pendidikan Pesantren”, dalam Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI), Vol. 1, No. 1, 2020.

Awwaliyah, Neny Muthi‟atul, “Pondok Pesantren sebagai Wadah Moderasi Islam di Era Generasi Millenial”, dalam Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman, Vol. 8, No. 1, 2019.

Azyumardi Azra, “Pesantren Sebagai Lokus Pendidikan Islam Wasathiyah”, Disampaikan dalam Orasi Ilmiah Wisuda STAI Darul Kamal NW Lombok Timur, 2016,

Bagir, Zainal Abidin “Membaca Beragam Wajah Islam Indonesia”, kata pengantar dalam , Martin van Bruinessen (ed.), Conservative Turn : Islam Indonesia dalam Ancaman Fundamentalisme. Bandung, Mizan, 2014.

Burhani, Ahmad Najib “Islam Murni” vs “Islam Progresif” di Muhammadiyah: Melihat Wajah Islam Reformis Indonesia” dalam Martin van Bruinessen (ed.), Conservative Turn : Islam Indonesia dalam Ancaman Fundamentalisme .Bandung, Mizan, 2014.

Busyro, dkk, “Moderasi Islam (Wasathiyah) di Tengah Pluralisme Agama Indonesia”, dalam Fuadana: Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan, Vol. 3, No. 1, 2019.

Eriyanto, Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media, (Yogyakarta, Lkis, 2011).

Darajat, Zakiyah, “Muhammadiyah dan NU: Penjaga Moderatisme Islam di Indonesia”, dalam Hayulah: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies, Vol. 1, No. 1, 2017.

Darlis, “Mengusung Moderasi Islam di tengah Masyarakat Multikultural”, dalam Rausyan Fikr, Vol. 13, No. 2, 2017.

_______, “Peran Pesantren As'adiyah Sengkang dalam Membangun Moderasi Islam di Tanah Bugis (Sebuah Penelitian Awal)”, dalam Al-Misbah, Vol. 12, No. 1, 2016.

Departemen Agama RI, Etika Berkeluarga, Bermasyarakat dan Berpolitik, Cet. 1 (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur‟an, 2009).

Fahri, Mohamad, dan Ahmad Zainuri, “Moderasi Beragama di Indonesia”, dalam Intizar, Vol. 25, No. 2, Desember 2019.

Fahrurrozi dan Muhammad Thohri, “Media dan Dakwah Moderasi: Melacak Peran Strategis dalam Menyebarkan Paham Moderasi di Situs Nahdlatul Wathan On-Line Situs Kalangan Netizen Muslim-Santri”, dalam Tasamuh: Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam, Vol. 17, No 1, 2019.

Faruq Thohir, Umar, 2016. “Paradigma Hukum Islam; Dari Klasik Menuju Kontemporer”. Asy-Syari'ah : Jurnal Hukum Islam 2 (2).

Fatmawati, Fatimah, “Studi Penelitian Tafsir di Indonesia (Pemetaan Karya Tafsir Indonesia Periode 2011-2018)” dalam Al-Tadabbur: Jurnal Kajian Sosial, Peradaban dan Agama, Vol. 6, No. 1, 2020.

Fauzi, Ahmad, “Moderasi Islam, untuk Peradaban dan Kemanusiaan”, dalam jurnalIslam Nusantara, Vol. 2, No. 2, 2018.

Fina, Lien Iffah Naf'atu, “Interpretasi Kontekstual Abdullah Saeed: Sebuah Penyempurnaan Terhadap Gagasan Tafsir Fazlur Rahman”, dalam Jurnal Hermeneutik, Volume 9, Nomor 1, 2015.

Fuad, A. Jauhar, “Akar Sejarah Moderasi Islam pada Nahdlatul Ulama”, dalam Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman, Vol. 31, No. 1, 2020.

Halliday dan Ruqaiya Hasan, Bahasa, Konteks, dan Teks: Aspek-aspek Bahasa dalam Pandangan Semiotika Sosial, (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1994)

Hasibuan, Hamka Husein, “Moderasi Islam, Pencantuman Penghayat Kepercayaan di Kolom KTP/KK dalam Nalar Maqasid”, dalam Al-Qalam: Journal of Islam and Plurality, Vol. 4, No. 2, 2019.

Hermawan, M.A. “Nilai Moderasi Islam dan Internalisasinya di Sekolah”, dalam Insania, Vol. 25, No. 1, 2020

Hikmatunnisa, Hani dan Ashif Az-Zafi, “Penerapan Nilai-nilai Moderasi Islam dalam Pembelajaran Fiqh di PTKIN Menggunakan Konsep Problem-Based Learning”, dalam JIPIS, Vol. 29, No. 1, 2020

http://diktis.kemenag.go.id/aicis/2018/index.php/2018/10/05/ini-lima-poin-hasilpertemuan-sarjana-muslim-dunia/ diakses pada 27 November 2019.

http://diktis.kemenag.go.id/aicis/index.php/2019/10/06/aicis-2019-tiga-rekomendasisikapi-fenomina-digital-islam/ diakses pada 27 November 2019.

https://lldikti12.ristekdikti.go.id/2012/02/01/surat-dirjen-dikti-no-152et2012-tentangwajib-publikasi-ilmiah-bagi-s1s2s3.html diakses pada 27 November 2019.

Huda, Nailil dan Ade Pahrudin, “Orientasi Kajian Hadis Kontemporer Indonesia (Studi Artikel E-Jurnal dalam Portal Moraref 2015-2017”, dalam Refleksi, Vol. 17, No. 2, 2018.

Ichwan, Moch Nur “Menuju Islam Moderat Puritan: Majelis Ulama Indonesia dan Politik Ortodoksi Keagamaan”, dalam Martin van Bruinessen (ed.), Conservative Turn : Islam Indonesia dalam Ancaman Fundamentalisme. Bandung, Mizan, 2014.

Irawan, Muhammad Deny, “Islam Wasatiyyah: Refleksi Antara Islam Modern dan Upaya Moderasi Islam”, dalam Tajdid, Vol. XVI, No. 2, 2017.

Islam, Khalil Nurul, “Moderasi Beragama di Tengah Pluralitas Bangsa: Tinjauan Revolusi Mental Perspektif Al-Qur'an”, dalam Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan, Vol. 13, No. 1, 2020.

Khoiri, Ahmad, “Moderasi Islam dan Akulturasi Budaya: Revitalisasi Kemajuan Peradaban Islam Nusantara”, dalam Islamadina: Jurnal Pemikiran Islam, Vol. 20, No. 1, 2019.

Meirison, dkk, “Moderasi Islam dalam Kesetaraan Gender (Komparasi terhadap Agama Yahudi dan Nasrani)”, dalam Jurnal Al-Ijtimaiyyah: Media Kajian Pengembangan Masyarakat Islam, Vol. 6, No. 1, 2020.

Mubarok, Ahmad Agis, dan Diaz Gandara Rustam, “Islam Nusantara: Moderasi Islam di Indonesia”, dalam Journal of Islamic Studies and Humanities, Vol. 3, No. 2, 2018.

Muchlis M. Hanafi “Konsep al-Wasathiyah Dalam Islam”, alam HARMONI, Jurnal Multikultural dan Multireligius, Volume VIII, Nomor 32, Oktober-Desember 2009

Mustaqim, Abdul, Al-Tafsir Al-Maqashidi, (Yogyakarta: Idea Press, 2019).

Mustaqim, Abdul “Argumentasi Keniscayaan Tafsir Maqashidi Sebagai Basis Moderasi Islam”, Pidato Pengukuhan Guru Besar dalam Bidang Ulumul Qur’an Disampaikan di Hadapan Rapat Senat Terbuka Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta 16 Desember,2019.

Nur, Dany Miftah M. dkk, “Membumikan Nilai-nilai Moderasi Agama di Masa Pandemi (dalam Perspektif IPS)”, dalam Harmony, Vol. 5, No. 2, 2020.

Saeed, Abdullah, Reading the Qur’an in the Twenty-First Century: A Contextualist Approach, (Oxon and New York: Routledge, 2014).

Saifuddin, Lukman Hakim, “Sambutan Menteri Agama Republik Indonesia” dalam Tim Penyusun Kementerian Agama RI. Moderasi Beragama, (Jakarta: Kementerian Agama RI, 2019).

_______, “Sambutan Menteri Agama Republik Indonesia” dalam Tim Penulis, Mozaik Moderasi Beragama dalam Perspektif Islam, (Jakarta: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, 2018).

Salamah, Nur, dkk, “Upaya Menyemai Moderasi Beragama Mahasiswa IAIN Kudus melalui Paradigma Ilmu Islam Terapan” dalam Quality, Vol. 8, No. 2, 2020.

Syamsuddin, Sahiron, Hermeneutika dan Pengembangan Ulumul Qur’an (edisi Revisi dan Pengembangan), (Yogyakarta: Pesantren Nawesea Press, 2017).

Syatar, Abdul, dkk, “Darurat Moderasi Beragama di Tengah Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19)”, dalam Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan, Vol. 13, No. 1, 2020.

Tim Penyusun, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta, Pusat Bahasa Pendidikan Nasional, 2008).

Tim Penulis, Tafsir al-Qur’an Tematik : Moderasi Islam (Jakarta, Lajnah Pentashih Qur’an, 2012

Turmudi, Endang “Puritanism Vis-A-Vis Traditionalism: Islam in Modern Indonesia”, dalam HARMONI, Jurnal Multikultural dan Multireligius, Volume 11, Nomor 2, April - Juni 2012.

Wathani, Syamsul “Dialektika Al-Qur’an dengan Pola Pikir Masyarakat Arab ; Analisis Psikologi-Sosial”, dalam Indonesia Journal of Islamic Literature and Muslim Society , Vol. 1, No. 2, 2016

Wawan Gunawan Abdul Wahid, dkk (ed), Fiqh Kebinekaan : Pandangan Islam Indonesia Tentang Umat, Kewargaan dan Kepemimpinan Non Muslim (Jakarta: Mizan, 2015)

Wibowo, Ari, “Kampanye Moderasi Beragama di Facebook: Bentuk dan Strategi Pesan”, dalam Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan, Vol. 5, No. 1, 2019.




DOI: http://dx.doi.org/10.22373/substantia.v23i2.9167

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021

SUBSTANTIA: JURNAL ILMU-ILMU USHULUDDIN 
DITERBIKAN OLEH: 
FAKULTAS USHULUDDIN DAN FILSAFAT
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) AR-RANIRY BANDA ACEH, ACEH INDONESIA

 

ALAMAT REDAKSI:
Gedung Fakultas Ushuluddin Lantai II, Fakultas Ushuluddin, UIN Ar-Raniry, Jln. Lingkar Kampus, Kopelma Darussalam Banda Aceh, Aceh 23111.Telp. (0651)7551295. eMail: substantia.adm@gmail.com

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.