Diskusi Hadis tentang Kedudukan Perempuan

D Damanhuri

Abstract


Abstract: This article discusses the hadith about the position and status of women in the family. In a variety of classical jurisprudence (fiqh) books, discussion on women tends to be discriminatory, especially in the discussion on family guidance. The position of women is more severe than men. Women as wives and caregivers in the family have to be submissive and obedient in total to meet various forms of service to her husband. This impressed little opportunity for women to earn a living justice as the position of her husband's life. Hadiths will be disclosed wider than textstual meaning by using multiple approaches and logic. This study aims to provide a more comprehensive understanding of the meaning of the text of the hadith and dismissed accusations that lead to the view that there is a lack of humane treatment of women in the household.


Abstrak: Artikel ini membahas hadis tentang posisi dan kedudukan perempuan di dalam keluarga. Dalam berbagai kitab fiqh klasik, terutama bahasan tentang tuntunan keluarga, cenderung diskriminatif, karena posisi perempuan lebih berat dibandingkan dengan lelaki. Perempuan sebagai isteri dan pengasuh rumah dalam keluarga harus tunduk dan patuh secara total dalam memenuhi berbagai wujud pelayanan terhadap suaminya, yang terkesan kecil peluang baginya untuk mendapatkan hidup berkeadilan sebagaimana posisi kehidupan suaminya sendiri. Kajian hadis tentang perempuan di sini diungkap lebih luas dari pemaknaan yang tersurat dengan tinjauan meggunakan beberapa pendekatan dan logika. Kajian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dalam pemaknaan terhadap teks hadis serta menepis tudingan-tudingan yang mengarah kepada pandangan adanya perlakuan kurang manusiawi terhadap perempuan dalam rumah tangga.

Keywords


Hadis, Kedudukan Perempuan, Naqd al-Matan

Full Text:

PDF

References


Abi al-Fadl Jamaluddin Muhammad Ibn Makram Ibn Manzur al-Afraqi al-Misri, Lisan alArab, jil. IV, Beirut: Dar al-Sharaf, t.th.

Abu Abdillah Muhammad ibn Ismail al-Bukhari, Sahih Bukhari, jil. VII, Beirut: Dar al- Fikr, t.th.

Abu Abdullah Muhammad ibn Yazid al-Qazwini, Sunan Ibn Majah, jil. I, Beirut: Dar Kutub al-„Ilmiyah, 2004.

Abu Adurrahman ibn Abdurrahman al-Sabihi, Petunjuk Praktis dan Fatwa Pernikahan, Jakarta: Najla Press, 2003.

Abu Abdurrahman ibn Ali ibn Syua‟ib ibn Ali ibn Sinan ibn Bahar al-Khurasani, Sunan al- Nasai’, Riyad: Darussalam, 1999.

Abu Husain Muslim ibn Husain ibn al-Hajjaj al-Naisaburi, Sahih Muslim, jil. I, Kairo: Dar al-Hadis, 1991.

Abu Isa Muhammad ibn Musa al-Dahha al-Sulmani al-Tirmizi, Sunan Turmudzi, Riyadh: Darussalam, 1999.

Abu Muhammad ibn Muslim ibn Qutaibah, Ta’wil Mukhtalif Hadis, Beirut: Dar Kutub al-„Ilmiyah.

Ahmad Ibn Hanbal, Musnad Ahmad ibn Hanbal, jil. VI, Riyad: Darussalam, 1998.

Aw. Munawir, Kamus Al-Munawir, Surabaya: Pustaka Proresif, 1997.

Daniel Djuned, Paradigma Baru Ilmu Hadis: Rekonstruksi Fikih al-Hadis, Banda Aceh: Citra Karya, 2000.

Jamaluddin Abu al-Hajjab Yusuf al-Mizzi, Tahzib al-Kamal fi Asma al-Rijal, jil. XXX, Beirut: Dar al-Fikr, t.th.

Kamil Muhammad, Fikih Wanita, Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 1998.

Khaled Abou el-Fadl, Atas Nama Tuhan: Dari Fikih Otoriter ke Fikih Otoritatif, (terj.) Cecep Lukman Yasin, Jakarta: Serambi, 2004.

Mahmud Yunus, Kamus Arab Indonesia, Jakarta: Hida Karya Agung, 1992.

Muhammad Ajaj al-Khatib, Hadis Nabi Sebelum Dibukukan, (terj.) Akrom Fahmi, Jakarta: Gema Insani Press, 1999.

Muhammad ibn Ismail al-Shan‟ani, Subulussalam, jil. I, Beirut: Maktabah al-Hiyah, t.th.

Muhammad ibn Umar, Uqud al-Lujain, Indonesia: Jedda, t.th.

Muhammad Nasi al-Rifa‟i, Ringkasan Tafsir Ibn Kasir, (terj.) Syihabuddin, jil. I, Jakarta: Gema Insani, 1999.

M. Quraish Shihab, Tafsir al-Misbah, jil. XV, Jakarta: Lentera Hati, 2007.

Muhammad Zuhri, Telaah Matan Hadis: Sebuah Tawaran Metodelogis, Yogyakarta: LESFI, 2003.

Nasaruddin Umar, Argumen Kesetaraan Jender, Jakarta: Paramadina, 2001.

Reni Kumalasari, Analisis Hadis tentang Perempuan dalam Buku Atas Nama Tuhan: Dari

Fikih Otoriter ke Fikih otoritatif Karya Khaled M. Abou el-Fadl (Skripsi).

Faskultas Ushuluddin, IAIN Ar-Raniry, Darussalam Banda Aceh, 2012.

Sayyid Quthb, Tafsir fi Zilal al-Quran: Dibawah Naungan Alquran, (terj.) As‟ad Yasin, Jakarta: Gema Insani, 2000.

Sinta Nuriah, dkk, Wajah Baru Relasi Suami Istri Telaah Kitab ‘Uqud al-Lujain, Yogyakarta: LKIS Presss, 2001.

Siti Mujibatun, Pemahaman dan Tantangan Keadilan Jender, Yogyakarta: Gama Media, 2002.

Sulaiman ibn al-Asya‟at ibn Ishaq al-Sijistani, Sunan Abu Daud, jil. II, Beirut: Dar al-Fikr, t.th.

Syams al-Din Muhammad ibn Ahmad ibn Usman al-Dzahabi, Siyar A’lam al-Nubala’, jil. II, Beirut: Mua‟assasat al-Risalah, 1986.

Wahbah Zuhaili, Mausu’ah Islamiyah, Beirut: Dar al-Fikr, t. th.

Yusuf al-Qaradhawi, al-Sunnah Masdaran li al-Ma’rifah wa al-Hadhirah, Cet. III, Kairo: Dar al-Syuruq, 2002




DOI: http://dx.doi.org/10.22373/substantia.v18i0.3410

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 SUBSTANTIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin



SUBSTANTIA: JURNAL ILMU-ILMU USHULUDDIN 
DITERBIKAN OLEH: 
FAKULTAS USHULUDDIN DAN FILSAFAT
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) AR-RANIRY BANDA ACEH, ACEH INDONESIA

 

ALAMAT REDAKSI:
Gedung Fakultas Ushuluddin Lantai II, Fakultas Ushuluddin, UIN Ar-Raniry, Jln. Lingkar Kampus, Kopelma Darussalam Banda Aceh, Aceh 23111.Telp. (0651)7551295. eMail: substantia.adm@gmail.com

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.