Ruqyah Air dalam Kegiatan Tasmi’ bi Al-Ghaib: Kajian Living Qur’an pada Ma’had Daarut Tahfiz Al-Ikhlas Aceh

Samsul Bahri, Minnatul Maula

Abstract


One of the functions of the Qur'an is as a shifa' (medicine) as Allah says in Sura al-Isra' verse 82. There are various ways applied to obtain the function of syifa', one of which is to consume water that has been recited verses of the Qur'an. This paper will discuss the function of the Qur'an as shifa', shahadah tahfiz through tasmi' bil ghaib activities and the use of water ruqyah in tasmi' bil ghaib activities. This study is a combination of literature and field research conducted in Ma'had Daarut Tahfiz Al-Ikhlas. Data were collected by observation, interview, and documentation techniques. Furthermore, data analysis is carried out with qualitative descriptive techniques. The results showed that the Qur'an can be a cure for physical and spiritual diseases through the therapy of reading verses from the Qur'an which is also accompanied by the practice of zikir and worship to draw closer to Allah. Shahadah tahfiz al-Qur'an in Ma'had Daarut Tahfiz Al-Ikhlas as a form of living Qur'an that is carried out by tasmi' bil ghaib, namely by witnessing and listening to the memorization of the Qur'an of 30 juzs by the students in front of the crowd. Tasmi' bil ghaib activities were followed by the procurement of rugyah of water which was used by students, student’s parents and the community as a shifa'. The ruqyah of water is believed to be a cause of positive energy for anyone who consumes it.

 

Salah satu fungsi al-Qur’an adalah sebagai syifa’ (obat) sebagaimana firman Allah dalam Surat al-Isra’ ayat 82. Terdapat berbagai cara yang diterapkan untuk mendapatkan fungsi syifa’ tersebut, salah satunya adalah dengan mengonsumsi air yang telah dibacakan ayat Al-Qur’an. Tulisan ini akan mendiskusikan tentang fungsi al-Qur’an sebagai syifa’, syahadah tahfiz melalui kegiatan tasmi’ bil ghaib dan pemanfaatan ruqyah air dalam kegiatan tasmi’ bil ghaib. Kajian ini merupakan gabungan dari penelitian kepustakaan dan lapangan yang dilakukan di Ma’had Daarut Tahfiz Al-Ikhlas. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qur’an dapat menjadi obat bagi penyakit jasmani maupun ruhani melalui terapi pembacaan ayat al-Qur’an yang juga disertai pengamalan zikir dan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Syahadah tahfiz al-Qur’an di Ma’had Daarut Tahfiz Al-Ikhlas sebagai bentuk dari living al-Qur’an yang dilaksanakan secara tasmi’ bil ghaib yaitu dengan mempersaksikan dan memperdengarkan hafalan al-Qur’an 30 juz para santri di hadapan orang banyak. Kegiatan tasmi’ bil ghaib diikuti dengan pengadaan ruqyah air yang dimanfaatkan santri, wali santri maupun masyarakat sebagai syifa’. Air ruqyah tersebut diyakini mampu menjadi sebab yang menimbulkan energi positif bagi siapa saja yang mengkonsumsinya.

Keywords


Ruqyah Air; Living Qur’an; Syahadah Tahfiz; Tasmi’ bi al-Ghaib

Full Text:

PDF

References


Abd. Daim Al Kaheel. Lantunan Quran Untuk Penyembuhan, Terj. Kaserun AS. Rahman. Yogyakarta: Pustaka Pesantren, 2012.

Akhmad, Perdana. “Terapi Ruqyah Sebagai Sarana Mengobati Orang Yang Tidak Sehat Mental.” Jurnal Psikologi Islami 1, no. 1 (2005).

Al-Zamakhsyari. Tafsir Al-Kasysyaf. Beirut: Dar Ihya al-Turats al-Arabi, n.d.

Ali, Syamsuri. “Pengobatan Alternatif Dalam Perspektif Hukum Islam.” Al-‘Adalah Vol. 12, no. 4 (2015).

Imam Muhammad Fakhruddin al-Razzi. Tafsīr Al-Kabīr/Mafātih Al-Ghayb. (Beirut: Dar Al-Fikr, 2005.

Latif, Umar. “Al-Qur’an Sebagai Sumber Rahmat dan Obat Penawar (Syifa’) bagi Manusia”. Jurnal Al-Bayan. Vol. 2, No. 30. (2014).

Masduki, Yusron. “Implikasi Psikologis Bagi Penghafal Al-Quran”. Jurnal Medina-Te. Vol. 1, No. 1 (2018).

M. Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah. Jakarta: Lentera Hati, 2002.

Tim Penulis Ma’had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas, Profil Ma’had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas Aceh. 2018.

Wawancara dengan Pimpinan Ma’had Daarut Tahfiz Al-Ikhlas pada Selasa, 22 Desember 2020.

Wawancara dengan salah seorang peserta tasmi’ bi al-ghaib tahun 2020 pada Rabu, 23 Desember 2020.

Wawancara dengan salah seorang pengajar di Ma’had Daarut Tahfiz Al-Ikhlas pada tanggal 22 Desember 2020.

Wawancara dengan salah seorang peserta tasmi’ bil ghaib pada tahun 2018 yang juga pernah menjadi pengajar di Ma’had Daarut Tahfiz Al Ikhlas.

Wawancara dengan salah seorang pengajar di Ma’had Daarut Tahfiz Al-Ikhlas pada Kamis, 9 Desember 2020.




DOI: http://dx.doi.org/10.22373/tafse.v7i1.12548

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Samsul Bahri, Minnatul Maula

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Journal Secretariat : Al-Qur'an and Tafsir Department, 1st Floor, Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh Indonesia. Jln. Syeikh Abdul Rauf, Kopelma Darussalam Banda Aceh, Indonesia. Post Code: 23111. Email: tafse@ar-raniry.ac.id

TAFSE: Journal of Qur’anic Studies, e-ISSN: 2775-5339, p-ISSN: 2620-4185 

View My Stats