Agama dan Benturan Peradaban

Syarifuddin Syarifuddin

Abstract


The presence of religion, especially the religions of mission, in human life has  established a separate civilization characteristics which can lead to a clash of civilization  which is assumed in the form of inter-group conflict of civilizations. The clash believed to be a  necessity is mainly triggered by modernity which in the end led to the secularization. The  above assumptions initiated by Huntington still can be criticized for several reasons. However,  the tolerance between civilizations should be implemented. In this regard, multiculturalism as  the willingness to accept other groups equally as an entity regardless of cultural differences,  ethnicity, gender, language, religion or country becomes important to be discussed. Likewise, vertical and horizontal dialogue should be the most essential way to cultivate harmonious life  among all religious people.

Keywords


agama, benturan peradaban, modernism, multikulturalisme, dialog

Full Text:

PDF

References


A. Abdul Rozak Ubaidillah, Pendidikan Kewargaan (Civic Education), Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani, (Jakarta: ICCE UIN Syarif Hidayatullah, 2006).

Adb A‟la, Melampaui Dialog Agama, (Jakarta: Kompas, 2002).

Ahmad Syafii Ma‟arif, Islam Dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan, Sebuah Refleksi Sejarah, (Bandung: Mizan, 2009).

Akbar S. Ahmed, Postmodernism and Islam: Predicamen and Promise, (London: Routledge, 2002.

Akhyar Lubis Yusuf, Dekonstruksi Epistemologi Modern, (Jakarta: Pustaka Indonesia Satu, 2006).

Amin Abdullah, Dinamika Islam Kultural; Pemetaan atas Wacana Keislaman Kontemporer, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2000).

Asghar Ali Engineer, Islam dan Teologi Pembebasan, Terjemahan, Cetakan I,

(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999).

Budhy Munawar-Rachman, Membaca Nurcholish Madjid, (Jakarta: Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF), 2008).

David Miller, On Nationality, (Oxford: Oxford University Press, 1995).

David Ray Griffin, Tuhan dan Agama dalam Dunia Postmodern, (terj. God ang Religion in the Postmodern World, Oleh A. Gunawan Admiranto), (Yogyakarta: Kanisius, 2005).

Donny Gahral Adian, Percik Pemikiran Kontemporer, Sebuah Pengantar Komprehensif, (Yogyakarta: Jalasutra, 2006).

Gianni Vattimo, The End of Modernity, Nihilisme dan Hermeneutika dalam Budaya

Postmodern, Terjemahan oleh Sunarwoto Dema, The End Modernity, Nihilism and Hermeneutics in Post-modern Culture, (Yogyakarta: Sadasiva, 2003).

H.A.R. Tilaar, Multikulturalisme, Tantangan Global Masa Depan, (Jakarta: Grasindo, 2004).

Haidar Nashir, Agama dan Krisis Kemanusiaan Modern, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999)

Hamid Fahmy Zarkasyi, Seri Kajian Islam, Peradaban Islam, Makna dan Strategi

Pembangunannya, (Ponorogo: Cios-Isit Gontor, 2010).

Joachim Wach, Sosiology of Religion, (Chicago and London: University of Chicago Press, 1971).

Karen Armstrong, Masa Depan Tuhan, Sanggahan Terhadap Fundamentalisme dan

Ateisme, diterjemahkan oleh Yuliani Liputo, dari judul asli The Case for God: What Religion Really Means, (Bandung: Mizan, 2011).

Lathifah Ibrahim Khadhar, Ketika Barat Memfitnah Islam, (Jakarta: Gema Insani, 2005).

M. Amin Abdullah, Studi Islam, Normativitas dan Historisitas, Cetakan II Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999).

Rafael Raga Maran, Manusia dan Kebudayaan, dalam Perspektif Ilmu Budaya Dasar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2007).

Saiful Mujadi, dkk, Benturan Peradaban, Sikap dan Perilaku Islamis Indonesia terhadap Amerika Serikat, (Jakarta: Pusat Kajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta bekerjasama dengan Freedom Institute dan Penerbit Nalar,2005).

Samuel P. Huntington, Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia, Terj dari buku asli The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order, oleh M. Sadat Jamil, (Yogyakarta: Qalam, 2005).

Syahrin Harahap, Teologi Kerukunan, (Jakarta: Prenada, 2011).

Thoby Mutis, dkk, Perdamaian dan Anti Kekerasan: Merajut Mozaik Budaya Bangsa, Jakarta: Universitas Trisakti, 2008.




DOI: http://dx.doi.org/10.22373/substantia.v16i2.4931

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 SUBSTANTIA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

SUBSTANTIA: JURNAL ILMU-ILMU USHULUDDIN 
DITERBIKAN OLEH: 
FAKULTAS USHULUDDIN DAN FILSAFAT
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) AR-RANIRY BANDA ACEH, ACEH INDONESIA

 

ALAMAT REDAKSI:
Gedung Fakultas Ushuluddin Lantai II, Fakultas Ushuluddin, UIN Ar-Raniry, Jln. Lingkar Kampus, Kopelma Darussalam Banda Aceh, Aceh 23111.Telp. (0651)7551295. eMail: substantia.adm@gmail.com

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.